Pengelolaan Anggaran, Perencanaan serta Pengendalian pada Sebuah Instansi

Manajemen Akuntansi Anggaran – Banyak yang belum mengetahui bahwasanya sebuah perencanaan dan pengendalian saling berhubungan erat. Perencanaan merupakan pandangan ke depan untuk melihat tindakan apa yang seharusnya dilakukan agar dapat mewujudkan tujuan-tujuan tertentu.

Sedangkan pengendalian merupakan sesuatu hal untuk melihat ke belakang. Dalam arti lain, pengendalian ini adalah memutuskan apa sebenarnya telah terjadi dan membandingkannya dengan hasil yang direncanakan sebelumnya.

Jadi, perbandingan yang dilakukan tersebut dapat digunakan untuk menyesuaikan anggaran, yaitu melihat ke masa depan kembali.

Tahukah Anda, bahwasanya komponen utama dari perencanaan adalah sebuah anggaran. Anggaran ini sendiri merupakan sebuah rencana keuangan untuk masa depan, yang mengidentifikasikan tujuan dan tindakan apa saja yang diperlukan untuk mencapainya.

Akan tetapi, sebelum anggaran dipersiapkan, suatu instansi harus terlebih dahulu   mengembangkan rencana strategis.

Apa itu rencana strategis?

Rencana strategis adalah proses mengidentifikasi strategi-strategi untuk aktifitas dan operasi dimasa depan, biasanya jangka waktunya adalah 5 tahun.

Jadi sebenarnya apa sih gunanya anggaran itu?

Apa kelebihan yang didapat dari sebuah anggaran?

Pasti Anda bertanya-tanya, kan?

Oke, saya akan merincikan kelebihan apa saja yang didapat dari sebuah anggaran. Baca sampai habis, ya!

Kelebihan yang didapat dari anggaran

  • Memaksa para manajer untuk melakukan perencanaan, memaksa manajemen untuk merencanakan masa depan, mengambangkan arah umum bagi organisasi,
    mengantisipasi masalah dan mengembangkan kebijakan umum dimasa depan.
  • Menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk memperbaiki pembuatan keputusan. Tujuannya untuk mencegah timbulnya masalah dan memperbaiki status bisnis jadi lebih baik.
  • Menyediakan standar untuk evaluasi kinerja, menyediakan standar yang dapat mengendalikan penggunaan berbagai sumber daya perusahaan dan memotivasi karyawan.
  • Memperbaiki komunikasi dan koordinasi. Anggaran secara formal dapat membantu komunikasi dan koordinasi rencana organisasi pada setiap karyawan.

Gimana? Banyak kan kelebihannya yang didapat dari sebuah anggaran?

Oleh sebab itu, tak heran mengapa anggaran ini juga banyak bagiannya.

Apa sajakah itu?

Anggaran Induk

Anggaran induk (master budget) adalah suatu rencana komprehensif bagi instansi secara keseluruhan. Biasanya anggaran induk ini untuk periode satu tahun, sesuai dengan tahun fiscal perusahaan.

Anggaran tahunan dipecah menjadi anggaran kuartal dan bulanan. Tujuan pemecahan anggaran menjadi kaurtal dan bulanan adalah untuk memungkinkan para manajer membandingkan data aktual dengan data yang direncanakan lebih sering sehingga permasalahan dapat segera diketahui dan diselesaikan lebih awal.

Agar anggaran tersebut dapat berjalan dengan baik, maka ada komponen penunjang sebagai kunci utama dalam mengelola anggaran induk.

Berikut akan saya jelaskan bagian-bagian yang mengenai komponen utama dalam anggaran induk.

Komponen-komponen utama anggaran induk

  • Anggaran operasional (operasional budget) mendeskripsikan aktivitas yang menghasilkan pendapatan bagi perusahaan. Misalnya penjualan, produksi dan persediaan barang jadi.
  • Anggaran keuangan (financial budget) merinci aliran masuk dan keluar kas serta posisi keuangan secara umum.

Kedua anggaran ini sebenarnya sama-sama mengatur tentang pemasukan dan pengeluaran di sebuah instansi. Hanya saja pada anggaran operasional, hasil akhir yang diperoleh adalah proforma atau perkiraan laporan laba rugi. Sedangkan pada anggaran keuangan, perkiraan aliran kas masuk dan keluarnya akan diperlihatkan dalam anggaran kas.

Anggaran Penjualan

Anggaran penjualan (sales budget) merupakan sebuah proyeksi yang disetujui oleh komite anggaran yang menjelaskan penjualan yang diharapkan dalam satuan unit dan uang.

Anggaran penjualan ini juga merupakan dasar bagi semua anggaran operasional yang lain. Oleh karena itu, anggaran ini harus dibuat seakurat mungkin.

Anggaran Produksi

Anggaran produksi (production budget) ini merupakan suatu anggaran yang menjelaskan berapa banyak unit yang harus diproduksi untuk memenuhi kebutuhan penjualan dan memenuhi kebutuhan persediaan batas akhir.

Contoh:

Sebuah perusahaan memberlakukan kebijakan dengan mensyaratkan 20% penjualan kuartal berikutnya adalah dari persediaan akhir. Persediaan awal kaos untuk kuartal pertama tahun berjalan sebanyak 180 unit.

Formula yang digunakan untuk menghitung unit yang akan diproduksi adalah:

Unit yang diproduksi = Perkiraan penjualan + Unit dalam persediaan akhir – Unit dalam persediaan awal

Anggaran Pembelian Bahan Baku

Setelah jadwal produksi selesai, maka perlu di buat anggaran pembelian bahan baku langsung (direct purchase material). Bahan baku yang dibeli tergantung pada perkiraan penggunaan bahan baku dalam produksi dan persediaan bahan mentah yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Contoh :

Perusahaan X akan membuat baju kaos dengan membuat logo texas rex pada kaos dan membutuhkan dua tipe bahan mentah, yaitu:

1. Baju kaos dengan harga $3

2. Tinta dengan harga $0.20 per pon.

Untuk tiap unit baju kaos yang akan dibuat, pabrik membutuhkan satu kaos polos dan 5 ons tinta untuk tiap kaos berlogo yang diproduksi. Jika texas rex ingin memproduksi 1.060 kaos dalam kuartal pertama, maka pabrik akan membutuhkan 1.060 kaos polos dan 5.300 ons tinta.

(5 ons x 1.060 kaos)

Sehingga dapat diperoleh pembelian (dalam unit) dapat dihitung sebagai berikut:

Pembelian = Bahan baku langsung yang dibutuhkan untuk produksi + Bahan baku langsung yang diinginkan dalam persediaan akhir – Bahan baku langsung dalam persediaan awal

Anggaran Tenaga Kerja Langsung

Anggaran tenaga kerja langsung (direct labour) merupakan sebuah anggaran yang menunjukkan total seluruh jam tenaga kerja langsung yang dibutuhkan dan biaya yang berhubungan dengan jumlah unit dalam anggaran produksi.

Contoh :

Tarif upah rata-rata tenaga kerja langsung yang berhubungan dengan pembuatan kaos adalah $10. Waktu tenaga kerja langsung yang dibutuhkan untuk menyelesaikan 1 kaos adalah 0.12 jam. Rata-rata disini menunjukkan adanya perbedaan atas upah yang diterima oleh tenaga kerja langsung.

Anggaran Overhead

Anggaran overhead (overhead budget) menunjukkan biaya yang diharapkan dari semua komponen produksi tidak langsung. Dalam anggaran overhead tidak terdapat hubungan-hubungan input-output yang telah tersedia untuk diidentifikasi.

Contoh:
Anggaplah dua kesatuan biaya overhead dibuat satu untuk overhead aktivitas berubah sesuai dengan jam tenaga kerja langsung dan satunya untuk semua aktivitas lainnya yang bersifat tetap dengan tarif:

1. Tarif overhead variabel $ 5 per jam.

2. Overhead tetap dianggarkan $ 6.580 ($1.645/kuartal).

Dengan menggunakan informasi ini dan jam tenaga kerja langsung yang dianggarkan dari anggaran tenaga kerja langsung, maka barulah dapat dibuat anggaran overhead.

Anggaran Persediaan Barang Jadi

Anggaran persediaan akhir barang jadi (ending finished good inventory budget) memberikan informasi yang dibutuhkan untuk neraca dan juga bertindak sebagai input penting untuk persiapan anggaran harga pokok penjualan.

Anggaran Harga Pokok Penjualan

Dengan anggapan bahwa persediaan awal barang jadi bernilai $ 1.251, laporan harga pokok penjualan yang dianggarkan dapat dipersiapkan dengan menggunakan berbagai laporan.

Anggaran harga pokok penjualan mengungkapkan harga yang diharapkan untuk barang yang akan dijual.

Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel berikut:

Anggaran Harga Pokok Penjualan

2018

KeteranganJumlah
Bahan baku langsung yang digunakan$23.052
Tenaga kerja langsung yang digunakan6.864
Overhead10.012
Harga pokok produksi yang dianggarkan 39.928
Barang jadi awal1.251
Barang tersedia untuk dijual41.179
Dikurangi: barang jadi akhir (6,95 x 200)1.390
Harga pokok penjualan yang dianggarkan39.789

Anggaran Beban Penjualan dan Administrasi

Anggaran beban penjualan dan administrasi (selling and administrative budget) menguraikan pengeluaran yang direncanakan untuk aktivitas non produksi.

Sama halnya dengan overhead, beban penjualan dan administrasi dapat dibagi ke dalam komponen tetap dan variabel.

Komponen-komponen seperti komisi penjualan, biaya angkut dan perlengkapan berubah sejalan dengan aktivitas penjualan.

Jika ada pembahasan yang belum saya jelaskan secara spesifik, silahkan komen dibawah dan jangan lupa untuk share informasi ini agar kerabat Anda juga tahu apa yang Anda tahu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *