8 Kunci Sederhana Mengelola Keuangan Keluarga Anda dalam Ilmu Manajemen Keuangan Keluarga

Manajemen Keuangan Keluarga – Masalah keuangan adalah hal yang sangat umum dialami bagi keluarga muda, apalagi di tahun-tahun pertama menjalani kehidupan berumah tangga. Belum lagi si kecil tak lama kemudian hadir di tengah Anda dan pasangan. Benarkah masalahnya terletak dari besar-kecilnya pendapatan keluarga?

“Seringkali masalahnya bukan terletak pada penghasilan yang kurang, tapi kebiasaan yang  salah dalam mengelola uang,” ungkap Ligwina Hananto, ahli perencanan keuangan dalam sebuah acara Ayah Bunda beberapa waktu lalu.

Ternyata, dalam kenyataannya seorang ayah yang berpenghasilan ratusan juta rupiah bisa mengalami shock ketika menemukan uangnya tinggal Rp500.000,00 sebelum akhir bulan. Hal ini justru akan menjadi momok terbesar dalam keluarga tersebut. Maka dari itu, amat penting kiranya untuk mempersiapkan pengelolaan serta perencanaan keuangan keluarga sebelum memulai kehidupan berumah tangga.

Kali ini saya akan memberikan beberapa tips untuk Anda dalam mengelola keuangan keluarga secara sederhana agar nantinya keuangan keluarga Anda tepat perinciannya:

Manajemen Keuangan Keluarga

Pahami portofolio keuangan keluarga Anda

Jangan sampai Anda tak tahu isi tabungan, jumlah tagihan listrik, telepon, servis mobil, belanja, biaya periksa dokter dan lainnya. Anda harus tahu berapa hutang kartu kredit, pinjaman bank atau cicilan rumah dan mobil.

Susun rencana keuangan atau anggaran

Rencana keuangan yang realistis akan membantu Anda bersikap obyektif soal pengeluaran yang berlebihan. Tak perlu terlalu ideal sampai-sampai lupa kebutuhan diri sendiri. Tak ada salahnya jika Anda berniat memasukkan kebutuhan pergi ke salon, spa atau perawatan lainnya. Yang penting, anggarkan jumlah yang realistis dan Anda pun harus patuh dengan anggaran tersebut.

Pikirkan lebih seksama pengertian antara “butuh” dan “ingin”

Tak jarang kita membelanjakan uang untuk hal yang tak terlalu penting atau hanya didorong oleh sebuah keinginan, bukan kebutuhan. Buatlah daftar berupa tabel yang terdiri dari kolom untuk item belanja, kebutuhan dan keinginan. Setelah mengisi kolom item belanja, isilah kolom “kebutuhan” dan “keinginan” dengan tanda ceklis (√). Dari sini pertimbangkan dengan lebih matang, benda atau hal yang perlu Anda beli/penuhi atau tidak.

Hindari hutang

Godaan untuk hidup konsumtif semakin besar. Tapi bukan berarti dengan mudah Anda membeli berbagai benda secara kredit. Tumbuhkan kebiasaan keuangan yang sehat dimulai dari yang sederhana, seperti tak memiliki hutang konsumtif.

Meminimalkan belanja konsumtif

Bertemu teman lama untuk bertukar pikiran di kafe terkadang memang perlu, tapi tak berarti Anda harus melakukannya di setiap hari tertentu. Anda bisa gunakan pengeluaran ini untuk menabung atau memenuhi kebutuhan Anda lainnya terkhusus pada keuangan keluarga Anda.

Tetapkan tujuan atau cita-cita finansial

Susun target keuangan yang ingin Anda raih secara berkala bersama pasangan. Tetapkan tujuan spesifik, realistis, terukur dan dalam kurun waktu tertentu. Tujuan ini membantu Anda lebih fokus merancang keuangan keluarga Anda. Misalnya, bercita-cita punya dana pendidikan prasekolah berstandar internasional dan sebagainya.

Menabung, menabung, menabung

Segera ubah kebiasaan dan pola pikir Anda. Setelah Anda menerima gaji, sisihkan untuk tabungan dalam jumlah yang telah Anda rencanakan sesuai tujuan atau cita-cita finansial keluarga Anda. Sebaiknya, Anda memiliki rekening terpisah untuk tabungan dan kebutuhan sehari-hari.

Berinvestasilah!

Tentu Anda tak akan puas dengan hanya menunggu tabungan membumbung. Padahal cita-cita Anda untuk keluarga “selangit”. Inilah saat yang tepat untuk juga memikirkan investasi. Kini bentuknya macam-macam. Takut akan risiko investasi? Tak perlu khawatir, Anda hanya perlu belajar pada ahlinya. Konsultasikan keuangan Anda dengan ahli keuangan yang handal.

Itulah mengapa dalam mengatur keuangan rumah tangga memang susah-susah gampang. Ada saja kebutuhan yang membuat Anda harus mengeluarkan uang melebihi anggaran. Selalu saja ada kesalahan yang membuat Anda dan keluarga menjadi tidak bisa menabung. Salah satu permasalahannya mungkin karena pengelolaan Anda kurang tepat. Ada berbagai pos pengeluaran yang belum terdata, atau alokasi dananya terlalu minim di pos tertentu dan terlalu berlebihan di pos yang lain.

Untuk mengetahui cara mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros serta apa kunci sukses mengatur keuangan keluarga, simak poin-poin berikut:

Manfaat Mengetahui Cara Manajemen Keuangan Keluarga Anda

Dengan mulai mengetahui dan mengaplikasikan cara mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros bisa membantu Anda untuk memiliki arus keuangan yang lebih sehat. Tentunya dengan memiliki keuangan keluarga yang teratur Anda bisa lebih meminimalisir pengeluaran yang tidak terkontrol, terutama pengeluaran yang sifatnya impulsif karena berhutang, misalnya dengan kartu kredit. Jadi, dengan mengelola secara teratur Anda bisa lebih meminimalisir kemungkinan terjebak dalam hutang. Hal ini juga berdampak pada keamanan status iDebt (informasi debitur) Anda di SLIK OJK. 

Selain itu, Anda pun juga bisa mengontrol agar jangan sampai ada keuangan tidak terduga yang keluar, yang biasanya akan membuat Anda semakin boros. Biasanya dengan mengelola seperti ini Anda bisa tahu persis berapa saja yang boleh dikeluarkan dan berapa batas pengeluaran agar tidak berlebihan. 

Tentu saja, dengan begini Anda juga bisa menabung lebih banyak. Anda juga bisa tahu di mana pengeluaran yang kurang perlu dan bisa dialokasikan untuk tabungan. Nantinya, uang tabungan ini bisa dialokasikan untuk hal lain seperti melunasi hutang (jika ada), atau digunakan untuk membiayai dana darurat suatu saat nanti. 

Kunci Sukses Mengatur Keuangan Keluarga

Saat akan mulai mengelola uang, tentunya Anda harus memulainya dengan kunci sukses mengatur keuangan keluarga. Kunci ini terletak pada keterlibatan seluruh anggota keluarga. Biarkan setiap anggota, bahkan anak sekalipun untuk turut mengambil peran. Jelaskan kepada anak bahwa kondisi keuangan keluarga sudah harus diperketat agar arus keuangan menjadi lebih sehat. (jika sedang terjebak hutang, cobalah sampaikan dengan bahasa yang lebih mudah diterima oleh anak-anak). 

Ambil waktu untuk melakukan rapat keluarga dan tentukan berapa besar nominal yang cukup dikeluarkan untuk setiap pengeluaran. Sepakati bersama dengan setiap anggota keluarga dan beri tahu bahwa anggaran ini tidak akan berjalan sesuai dengan rencana tanpa keterlibatan seluruh anggota keluarga. 

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Boros

Buat Daftar Pos Pengeluaran

Mulailah dengan membagi berbagai jenis pos pengeluaran yang kira-kira akan Anda dan keluarga keluarkan. Beberapa pos yang biasanya cukup penting adalah:

  • Kebutuhan rumah: tagihan listrik dan air, PBB tahunan, dana darurat untuk memperbaiki bagian rumah yang rusak
  • Kebutuhan rumah tangga: konsumsi, 
  • Tabungan dan dana darurat
  • Asuransi 
  • Transportasi: biaya BBM atau biaya transportasi umum 
  • Hiburan (jika memungkinkan)

Cek lagi apakah ada pos pengeluaran lain yang biasanya wajib Anda bayarkan secara teratur, salah satu yang terpenting adalah membayar cicilan hutang seperti kartu kredit atau KTA, maupun hutang lain seperti KPR dan KKB. Tentu saja hal ini perlu dianggarkan secara spesial jika Anda masih memiliki hutang yang berjalan. 

Setelah mengetahui pos pengeluaran, cobalah mulai mengalokasikan dana untuk setiap pos yang ada. Anda bisa menggunakan aplikasi gratis maupun menggunakan tabel spreadsheet di Excel. Hal ini akan membantu Anda untuk menghitung setiap jenis pengeluaran, dan melihat perlu tidaknya mengalokasikan uang sebanyak itu. 

Buat Kalender Tagihan

Untuk membuat keuangan rumah tangga lebih teratur, ada baiknya untuk membuat kalender tagihan setiap bulan. Tandai setiap tanggal berapa saja harus membayar tagihan air atau listrik (maupun jadwal membeli pulsa pre-paid token PLN), membayar uang sekolah anak, tanggal tagihan kartu kredit (jika ada), maupun tagihan lainnya. Biasakan untuk teratur melakukannya di awal bulan, setidaknya di tanggal 10 setiap bulan. Hal ini akan membantu Anda menjadi lebih teratur dan terhindar dari biaya denda. 

Bayar Hutang Setiap Bulan

Jika Anda memang memiliki pos untuk membayar cicilan hutang setiap bulan seperti pos di atas, tentunya hal ini harus diprioritaskan. Pastikan untuk membayar utang secara teratur setiap bulan agar Anda tidak tertunggak dan berdampak pada buruknya iDebt (informasi debitur) SLIK OJK Anda. 

Anda bisa mengakali bagian ini dengan mengikuti program manajemen hutang dari perusahaan yang menyediakan program tersebut. Biasanya dengan mendaftar dalam program manajemen, hutang Anda bisa mendapatkan program keringanan dalam melunasi hutang kartu kredit maupun KTA. Dengan begitu hal ini juga bisa membantu Anda dalam meringankan anggaran setiap bulan. Cara mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros satu ini rasanya cukup efektif, terutama bagi Anda yang memang memiliki kesulitan dalam membayar utang setiap bulannya.  

Membuat Gol dalam Menabung 

Kunci sukses mengatur keluarga juga terletak pada kemampuan dalam menabung. Resep utama yang harus Anda lakukan adalah dengan menyisihkan, bukan menyisakan uang setiap bulan. Banyak yang mengelola dengan kurang tepat karena sisa uang di akhir bulan sudah terlanjur habis dan tidak lagi dapat menabung.

Padahal jika saja setiap awal bulan Anda dan keluarga teratur menyisihkan setidaknya 10 – 30% pendapatan bulanan ke rekening tabungan, hal ini bisa memberikan dampak yang besar untuk Anda. Hasil dari tabungan tentunya bisa dialokasikan untuk hal seperti membeli aset dengan Down Payment (DP) lebih besar sehingga cicilan lebih ringan, untuk berlibur, maupun untuk pengeluaran lain yang memang dibutuhkan.

Sisihkan Uang untuk Dana Darurat

Oh ya, penting juga untuk menabung dana darurat. Dana darurat adalah dana yang dipersiapkan untuk digunakan dalam keadaan darurat, seperti apabila Anda jatuh sakit atau mungkin dipecat dari pekerjaan. Mengapa dana darurat dan tabungan harus dipisahkan? Tentu saja sebagai jaga-jaga menggantikan penghasilan utama Anda di kondisi terdesak. 

Fungsi dana darurat akan sangat terasa ketika sumber penghasilan utama Anda benar-benar hilang, sehingga memang benar-benar tidak boleh digunakan sama sekali dan harus dialokasikan dalam sebuah rekening tabungan khusus. 

Dana darurat yang perlu disiapkan biasanya berdasarkan jumlah gaji bulanan anda. Anda bisa mempersiapkan dana darurat sebanyak 3, 6, atau 12 kali dari jumlah gaji bulanan anda. Biasanya bagi yang masih single, cukup 3 kali jumlah gaji. Untuk yang sudah berkeluarga, ada baiknya menyiapkan minimal 6 atau 12 kali dari jumlah gaji Anda.

Pantau Pengeluaran

Setelah mengetahui pos pengeluaran apa saja dan berapa nominal yang dialokasikan untuk setiap pos, inilah waktunya untuk melakukan implementasi dan evaluasi. Cobalah untuk terus memantau pengeluaran selama sebulan, apakah alokasi yang Anda buat untuk keuangan keluarga Anda sudah cukup atau masih kurang. Lihat lagi di pos mana yang membutuhkan nominal lebih, serta di pos mana sebaiknya dikurangi atau bahkan dihilangkan. 

Mengubah Kebiasaan untuk Selalu Menggunakan Uang Tunai atau Kartu Debit

Hindari untuk menggunakan kartu kredit dalam pembayaran sehari-hari. Kartu kredit memang baik digunakan untuk mendapatkan promo, sehingga Anda bisa membayar lebih murah. Namun begitu, jika menggunakan kartu kredit secara terus menerus, biasanya akan ada kecenderungan untuk menggunakan secara tidak terkontrol. Tentunya hal ini bisa memberikan dampak buruk jika terjadi tanpa sadar, tagihan yang datang di bulan depan bisa membengkak secara tiba-tiba. 

Maka dari itu, ubah kebiasaan untuk selalu menggunakan uang tunai untuk transaksi sehari-hari. Jika ingin lebih efisien, Anda bisa menggunakan kartu debit atau uang elektronik berupa e-money (Mandiri) / Flazz (BCA) / Brizzi (BRI) / TapCash (BNI). Pastikan kartu debit atau uang elektronik yang Anda gunakan memang sudah dibatasi nominalnya untuk penggunaan sehari-hari, sehingga memang merupakan kartu yang berbeda dari kartu rekening khusus menabung.

Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk membagikan ke teman Anda agar teman Anda tau apa yang Anda tau 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *