Apa Itu Manajemen Keuangan ? Ini Dia 6 Penjelasannya yang banyak dicari para pemula bisnis

Manajemen Keuangan – Manajemen keuangan memiliki peran penting dalam jalannya sebuah perusahaan. Baik berprofesi sebagai seorang pemimpin atau pekerja dalam sebuah bisnis, Anda harus tahu apa yang dimaksud dengan manajemen keuangan beserta peran penting, fungsi, dan contohnya. Hal ini untuk menjaga kelancaran bisnis yang dilakukan serta meningkatkan keuntungan.

Definisi Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan memiliki beberapa definisi menurut para ahli. Pada intinya, ini adalah studi tentang keuangan. Jika mengikuti teori dari Solomon, manajemen keuangan adalah bagaimana menentukan cara yang efektif dalam penggunaan dana modal untuk dijadikan sumber daya ekonomi.

Ada lagi pandangan dari Howard dan Upton tentang manajemen keuangan, yaitu bagaimana menerapkan prinsip-prinsip umum manajerial dalam pengambilan keputusan keuangan.

Weston dan Brigham memiliki pendapat bahwa manajemen keuangan adalah tentang pengambilan keputusan keuangan, serta menyelaraskan tujuan individu dan perusahaan.

Dari semuanya, definisi yang sering dipakai adalah dari S.C Kuchhal yaitu manajemen keuangan memiliki kaitan dengan pengadaan dana dan pemanfaatannya secara efektif dalam menjalankan bisnis.

Manajemen keuangan merupakan hal yang penting untuk diterapkan pada perusahaan. Hal ini dikarenakan, keuangan merupakan salah satu pondasi yang kuat untuk pertumbuhan dan perkembangan perusahaan.

Peran Penting Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan memiliki banyak peran penting dalam kelancaran urusan bisnis. Lalu apa sajakah peran pentingnya ?

Perencanaan Keuangan

Peran penting utama dari manajemen keuangan adalah perencanaan keuangan perusahaan. Ini berkaitan dengan kebutuhan keuangan setiap urusan bisnis. Semua kredit untuk mencapai kesuksesan bisnis bergantung pada perencanaan keuangan yang tepat.

Menjaga atau Melindungi Dana

Manajemen keuangan juga bisa diterapkan untuk melindungi keuangan demi mencapai tujuan bisnis. Anda harus menentukan bidang mana saja pada bisnis yang membutuhkan dana. Jangan sampai ada pengeluaran yang berlebihan pada satu poyek karena bisa berpengaruh pada proyek lainnya.

Alokasi Dana

Alokasi dana yang tepat agar kemampuan operasional meningkat berawal dari manajemen keuangan yang dilakukan. Jika alokasi dana perusahaan tepat, maka dapat mengurangi biaya bisnis dan meningkatkan estimasi modal.

Peluang Investasi

Jika Anda pandai mengelola keuangan, hal tersebut akan membuka peluang berinvestasi. Investasi akan membantu Anda mendapatkan keuntungan yang besar. Contoh investasi yang banyak dilakukan adalah emas, saham, reksadana, tanah, dan properti. Pelajari benar-benar cara investasi agar tidak merugi dan bisa meminimalkan risiko.

Keputusan Keuangan

Pentingnya manajemen keuangan adalah untuk menentukan keputusan terkait keuangan. Setiap pilihan keuangan yang sudah dibuat dan dilakukan, tidak akan bisa ditarik kembali. Keputusan keuangan ini berpengaruh pada seluruh operasi bisnis. Maka dari itu, Anda haruslah berhati-hati sebelum diputuskan.

Melihat bagaimana pentingnya manajemen keuangan, Anda bisa mencoba aplikasi bisnis dari bandacloud.com untuk mempercepat serta memudahkan pekerjaan sehubungan dengan dunia perakuntansian.

Fungsi Manajemen Keuangan

Dari banyaknya fungsi manajemen keuangan, ada lima yang utama, yaitu:

Fungsi likuiditas

Setiap manajer keuangan memiliki tugas untuk mengumpulkan dana dari berbagai sumber untuk perusahaan dan memperkirakan arus kas. Perusahaan harus tahu perhitungan sumber dana dan kas masuk dari klien untuk digunakan pembayaran pemasok dan pemberi pinjaman.

Estimasi kebutuhan modal

Estimasi kebutuhan modal bergantung pada laba, biaya yang ditargetkan, kebijakan aturan, serta rencana program di masa depan. Estimasi menjadi bagian yang krusial, harus dibuat dengan tepat agar potensi penghasilan meningkat.

Komposisi modal

Untuk mengetahui komposisi modal, Anda harus melibatkan analisis ekuitas hutang jangka pendek dan panjang. Sebagian besar bergantung pada dana tambahan dari pihak eksternal dan proporsi modal ekuitas milik perusahaan.

Memilih sumber dana

Untuk menjalankan perusahaan, ada berbagai macam sumber dana dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Misalnya saja surat hutang dan saham.

Kontrol harga

Kontrol harga dilakukan untuk melakukan pengawasan pada pengeluaran perusahaan. Informasi ini disimpan pada sistem perangkat lunak untuk menyoroti fakta penting tugas dan aktivitas yang akan dilakukan.

Contoh Manajemen Keuangan

Contoh mudah dari manajemen keuangan adalah misalkan saja Anda mengambil pinjaman bisnis untuk perluasan ruang kantor bisnis. Lalu Anda membutuhkan seorang penasihat real estate untuk menimbang apakah dua puluh tahun ke depan harga membeli lebih tinggi dari pada menyewa atau tidak.

Konsultasi pada bagian keuangan juga bisa membantu menentukan apakah dengan menginvestasikan 20% dana pada uang muka dan mengambil pinjaman 80% bisa memberikan pengembalian investasi atau tidak.

Pasalnya, terkadang menyewa bisa lebih menghemat daripada membeli. Jadi, jangan paksakan diri jika memang kondisi keuangan perusahaan belum memungkinkan untuk melakukan pembelian.

Mengingat pentingnya manajemen keuangan perusahaan, tentunya dibutuhkan suatu sistem yang dapat mempermudah pengelolaannya. Sebaiknya jangan mengandalkan cara manual karena risiko human error-nya cukup besar.

Keuangan juga dapat dikatakan sebagai hal yang paling riskan dalam suatu perusahaan. Oleh karena itu, keuangan harus dikelola dengan baik oleh seorang manajer keuangan. Pengelolaan keuangan juga penting untuk dilakukan. Pengelolaan ini bisa dimulai dari perencanaan keuangan yang bisa dilakukan baik oleh perorangan maupun perusahaan.

Pada manajemen keuangan terdapat beberapa ruang lingkup yang harus dimengerti oleh seorang manajer. Hal ini berpengaruh besar dalam meningkatkan performa perusahaan/organisasi. Berikut 3 ruang lingkup manajemen keuangan yang sangat penting untuk dipelajari.

Keputusan Pendanaan

Keputusan pendanaan mencakup segala kebijakan manajemen yang berhubungan dengan cara memperoleh dana perusahaan. Misalnya, kebijakan perusahaan untuk menerbitkan surat berharga seperti obligasi, serta kebijakan hutang jangka pendek dan panjang. Dana tersebut bisa berasal dari internal maupun eksternal perusahaan.

Keputusan Investasi

Keputusan investasi meliputi segala yang berkaitan dengan kebijakan penanaman modal perusahaan seperti aktiva tetap (fixed assets). Contohnya seperti gedung, tanah, dan mesin. Investasi juga bisa dalam bentuk aktiva finansial berupa surat-surat berharga seperti obligasi dan saham.

Keputusan Pengelolaan Asset

Keputusan pengelolaan asset meliputi kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan asset yang dimiliki secara efisien. Hal tersebut sangat diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan.

Nah, berikut tujuan yang harus dicapai dalam manajemen keuangan:

Memaksimalkan Keuntungan

Dengan kebijakan yang tepat, maka manajemen keuangan dapat memaksimalkan keuntungan dalam jangka panjang.

Menjaga Arus Kas (Cash Flow)

Suatu perusahaan tentunya akan sering mengeluarkan dana. Misalnya, untuk pembayaran gaji karyawan, membayar sewa, membeli bahan baku, dan transaksi pengeluaran dana lainnya. Oleh karena itu, arus kas harus diawasi dan dikendalikan. Jika tidak, maka dapat menyebabkan kelebihan pengeluaran (overbudget) yang dapat merugikan perusahaan.

Mempersiapkan Struktur Modal

Dalam mempersiapkan struktur modal, maka manajer harus menyeimbangkan pembiayaan yang dimiliki dengan dana yang dipinjam oleh perusahaan.

Memaksimalkan Manfaat Keuangan Perusahaan

Manajer keuangan mengawasi penggunaan uang perusahaan. Anggaran dana yang digunakan untuk kegiatan yang tidak menguntungkan perusahaan dapat dipangkas (cut). Kemudian, dana tersebut dapat dialokasikan untuk kegiatan lain yang lebih menguntungkan perusahaan.

Mengoptimalkan Kekayaan Perusahaan

Manajer keuangan akan berusaha untuk memberikan dividen semaksimal mungkin kepada para pemegang saham. Manajer keuangan juga akan berusaha untuk meningkatkan pasar saham, karena hal tersebut berkaitan dengan kinerja perusahaan.

Meningkatkan Efisiensi

Efisiensi pada semua departemen dalam perusahaan perlu ditingkatkan. Dengan penyaluran dana yang tepat pada semua aspek, maka efisiensi perusahaan akan mengalami peningkatan.

Memastikan Kelangsungan Hidup Perusahaan

Bagian keuangan berperan besar untuk membuat perusahaan bisa bertahan pada persaingan bisnis yang sangat kompetitif. Keputusan yang berkaitan dengan keuangan harus dilakukan secara hati-hati. Kesalahan penggunaan keuangan dapat mengakibatkan hal yang fatal bagi perusahaan. Bahkan, dapat mengakibatkan kebangkrutan.

Mengurangi Risiko Operasional

Risiko operasional dapat diminimalisasi dengan manajemen keuangan yang baik. Dengan risiko bisnis yang penuh dengan ketidakpastian, maka keputusan yang tepat perlu dilakukan oleh manajer keuangan.

Mengurangi Biaya Modal

Agar penggunaan biaya modal dapat diminimalisasi, maka perencanaan struktur modal perlu dibuat sedemikian rupa oleh manajer keuangan.

Dari point-point di atas, maka timbul lah pertanyaan mengapa manajamen keuangan ini sangat penting sekali untuk diketahui. Maka untuk menjawab pertanyaan tersebut, Anda harus mengenal terlebih dahulu fungsi dari manajemen keuangan itu sendiri karena manajemen keuangan memiliki peran penting salam suatu perusahaan.

5 fungsi utama manajemen keuangan

Perencanaan Keuangan (Planning)

Perencanaan keuangan dalam perusahaan meliputi perencanaan arus kas dan rugi laba. Perencanaan keuangan sangat penting dilakukan agar dapat mengetahui hal apa saja yang harus dipersiapkan oleh perusahaan agar terhindar dari kerugian.

Perencanaan Anggaran (Budgeting)

Perencanaan anggaran meliputi perencanaan mendapatkan uang dari sumber tertentu dan penggunaan atau pengalokasian dana tersebut. Pengalokasian dana perlu dilakukan secara optimal. Manajer keuangan dapat memangkas kegiatan-kegiatan yang tidak menguntungkan perusahaan, dan dana tersebut dapat dialokasikan untuk kegiatan yang dapat memaksimalkan keuntungan perusahaan.

Dengan begitu, maka anggaran perusahaan dapat lebih efisien dan memaksimalkan dana yang dimiliki. Selain itu, dengan perencanaan anggaran yang tepat, perusahaan tersebut dapat memperkirakan keuntungan ataupun kerugian yang akan dihadapi.

Pengendalian Keuangan (Controlling)

Setelah mengimplementasikan perencanaan keuangan yang telah dibuat, maka perlu dilakukan evaluasi untuk mengontrol keuangan. Dengan melakukan pengontrolan, maka perusahaan dapat mengetahui hal-hal keliru yang terjadi pada penggunaan anggaran.

Jika ada beberapa hal yang kurang sesuai dengan rencana awal maka perusahaan dapat menggunakan data tersebut untuk dijadikan acuan dalam melaksanakan kegiatan selanjutnya. Misalnya, dengan melakukan perbaikan. Sehingga, perusahaan dapat kembali berjalan sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

Pemeriksaan Keuangan (Auditing)

Auditing merupakan salah satu fungsi yang penting dalam manajemen keuangan. Auditing berguna untuk mengetahui apakah penggunaan keuangan dalam perusahaan tersebut sudah sesuai dengan kaidah Standar Akuntansi Keuangan (SAK) atau belum. Auditing juga berguna untuk memastikan agar tidak terjadi penyimpangan.

Pelaporan Keuangan (Reporting)

Manajer keuangan perlu melakukan upaya pelaporan anggaran yang tepat sesuai dengan penggunaannya. Setiap tahun, manajer keuangan akan menyediakan laporan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan. Laporan tersebut akan digunakan untuk menganalisis rasio laporan keuangan perusahaan.

4 Kelompok Rasio Keuangan yang Umum Digunakan

Terdapat beberapa rasio keuangan yang biasanya digunakan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Berikut 4 kelompok rasio keuangan yang umum digunakan:

Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)

Nilai rasio ini digunakan untuk menilai kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban (liability) finansial dalam jangka pendek. Contoh rasio ini adalah current ratio dan Working Capital to Total Asset (WCTAR).

Rasio Solvabilitas (Leverage Ratio)

Rasio ini digunakan untuk menilai seberapa besar dana yang diberikan oleh pemegang saham dibandingkan dengan dana yang diperoleh dari pinjaman dari kreditur. Contoh dari  leverage ratio adalah Total Debt to Assets (DAR) dan Total Debt to Equity (DER).

Rasio Aktivitas (Activity Ratio)

Activity ratio digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber dayanya. Contoh rasio ini adalah Total Asset Turn Over (ATO), Working Capital Turn Over (WCTO) dan Total Equity to Total Asset (EA).

Rasio Rentabilitas (Rentability Ratio)

Rentabilitas rasio adalah rasio yang digunakan untuk menilai tingkat efektivitas manajemen yang dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan. Contoh rasio ini adalah Return on Equity (ROE), Return on Assets (ROA), Earning Power to Total Investment (EPTI), Gross Profit Margin (GPM), dan Operating Income (OI).

Gimana?

Seberapa persenkah Anda mengetahui tentang manajemen keuangan?

Komen di bawah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *