Mengatur Keuangan Jangka Panjang dan Jangka Pendek, Sulitkah ?

Keuangan Jangka Panjang dan Jangka Pendek – Mengelola keuangan sebenarnya hal yang tidak terlalu rumit jika pengelolaannya tepat. Hal yang paling sederhana dapat dimulai dengan mengalokasikan kebutuhan utama seperti kebutuhan masa kini, masa depan dan perlindungan. Pengalokasiannya dapat di rincikan sebagai berikut:

Biaya hidup 40%

Cicilan 30%

Masa depan 20%

Tabungan darurat 10%

Mengapa kita harus mengalokasi serta membuat patokan nominalnya ? Itu dikarenakan financial yang sehat rinciannya seperti di atas merupakan financial yang harus di rencanakan dari sekarang dan harus dikelola dengan baik untuk mendapatkan hasil yang baik pula.

Agar keuangan kita dapat terkelola dengan baik, ada beberapa point financial checkup yang harus diperhatikan. Apa sajakah itu ?

  • Pemasukan lebih besar dari pengeluaran harus menerapkan ini untuk mengatur masa depan yang lebik baik
  • Maksimal cicilan bulanan 30% dari pemasukan setiap bulan karena cicilan yang sehat sebaiknya kurang dari 30% dan 40 % untuk kehidupan sehari hari
  • Aset – Hutang = Positif. Maksudnya adalah jumlah aset harus bisa lebih banyak dari pada hutang
  • Punya minimal 3 kali pengeluaran bulanan di tabungan yang diutak atik untuk tabungan darurat, tabungan masa depan dan tabungan jangka panjang
  • Punya minimal asuransi untuk seluruh keluarga

Tips Menjaga Keuangan Supaya Terus Stabil untuk Jangka Panjang

Menjaga keuangan agar selalu stabil menjadi hal yang sangat penting. Sebab kondisi keuangan akan mempengaruhi kualitas kehidupan secara keseluruhan. Jika kondisi keuangan memburuk, pemenuhan sejumlah kebutuhan juga akan terganggu.

Kalau sudah seperti itu, kemungkinan imbasnya akan berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk menghindarinya sejak awal. Jangan sampai kondisi keuangan yang tidak stabil ini justru membawa Anda ke dalam krisis keuangan berkepanjangan.

Upayakan untuk selalu menjaga kondisi keuangan Anda tetap stabil dan berjalan lancar dengan beberapa cara berikut ini.

Budayakan anggaran sebagai pengelolaan keuangan yang lebih baik

Stabil atau tidaknya kondisi keuangan Anda dipengaruhi pengaturan dan pengelolaan semua pos yang terdapat dalam keuangan. Untuk itu, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah menyusun anggaran keuangan.

Dalam anggaran tersebut, semua pos berada pada posisi yang seimbang dan masuk akal. Anggaran ini akan membantu Anda mengalokasikan penghasilan dan mengelolanya untuk berbagai kebutuhan, misalnya membeli kebutuhan pokok atau bayar cicilan atau investasi.

Punya tujuan keuangan yang ingin diwujudkan

Tujuan keuangan membantu Anda dalam mengatur sejumlah langkah dalam pengelolaan keuangan. Dengan adanya tujuan keuangan, Anda lebih termotivasi untuk bisa mencapai hal-hal tertentu semisal tabungan pendidikan anak.

Dalam keuangan, memang mengharuskan Anda untuk memiliki tujuan yang membawa dampak baik bagi kehidupan pada masa yang akan datang. Hal ini secara otomatis tentu akan membawa Anda pada kondisi keuangan yang stabil dalam jangka waktu yang lama.

Mulailah menabung secara teratur

Selain pemasukan diperuntukan untuk pemenuhan kebutuhan, Anda juga perlu mengamankan masa depan dengan menabung dan menyimpan 20% dari penghasilan sebagai dana simpanan.

Menabung secara teratur akan membuat Anda terbiasa akan tanggung jawab setiap bulannya. Dampaknya sangat baik bagi keuangan untuk jangka panjang Anda. Sebab Anda akan memiliki sejumlah simpanan tetap setiap bulannya yang jumlahnya semakin lama semakin besar juga.

Sisihkan dana untuk investasi

Selain menabung, investasi adalah langkah tepat lainnya yang wajib Anda lakukan untuk mengamankan keuangan Anda di masa yang akan datang. Lakukan investasi secara teratur setiap bulannya dengan mengambil 20% dari penghasilan. Namun, apabila sebelumnya telah memiliki tabungan, ambilah 10% dari penghasilan untuk dialokasikan sebagai investasi.

Ada banyak pilihan instrumen investasi yang dapat Anda pertimbangkan. Anda bisa memilih salah satu instrumen yang paling tepat dan sesuai bagi keuangan Anda agar keuangan bisa berjalan dengan baik dan bahkan lebih baik lagi ke depannya nanti.

Kelola uang belanja dengan cerdas

Dalam anggaran keuangan, jelas bahwa sekitar 50% dari penghasilan Anda sisihkan untuk pemenuhan kebutuhan harian. Akan terasa lebih baik bila Anda mengelola uang belanja dengan cerdas.

Bagaimana caranya mengelola uang belanja secara cerdas? Beberapa langkah di bawah ini dapat Anda lakukan untuk mengelola uang belanja dengan cerdas.

  • Mengerti dengan baik apa saja sebenarnya yang menjadi kebutuhan pokok dan wajib bagi Anda.
  • Menggunakan fasilitas diskon, voucher, penawaran khusus, atau program lainnya yang bisa menghemat uang ketika belanja.
  • Melakukan kegiatan belanja secara terencana dengan menyusun daftarnya terlebih dahulu.

Alihkan pengeluaran yang bersifat tidak efektif

Mulailah berhemat dan memangkas pengeluaran yang tidak begitu penting. Jika Anda serius melakukannya, dampaknya bisa saja sangat besar dan Anda dapat mengalihkannya ke dalam pos tabungan atau investasi. Penghematan ini bisa dilakukan mulai dari hal-hal kecil, seperti membatasi hangout di kafe atau mal atau mengurangi makan di food court.

Selalu evaluasi keuangan secara berkala

Agar keuangan tetap stabil, Anda harus menerapkan sejumlah kebijakan dalam keuangan. Ini tidak akan sulit, terutama jika Anda memang memiliki niat yang besar untuk melakukannya. Jangan lupa untuk melakukan evaluasi keuangan secara berkala. Dengan begitu, Anda bisa melihat perkembangan dan pencapaian dalam keuangan Anda.

Selain itu, ada beberapa kunci untuk mengatur keuangan yang sehat dan berkembang cepat. Yuk disimak!

Papan Skor Laba

Cobalah bertanya ke anggota tim inti manajemen tentang indicator dan pendorong utama pertumbuhan bisnis perusahaan Anda. Kira-kira apa jawaban mereka?Apakah jawaban mereka papan skor? Apakah Anda setuju?

Lalu bagaimana pemantauan skor tersebut bisa mempengaruhi cara pengaturan keuangan perusahaan? Apakah Anda mempunyai akses untuk memantau angka-angka tersebut, dan seberapa sering Anda memantaunya?

Pertanyaan ini sangat penting sekali dipertanyakan karena setiap instansi harus memiliki 4 papan skor atau score card utama, yakni:

  • Sales (Penjualan)
  • Gross Profit (Laba Kotor)
  • Gross Profit Percentage (Persentase Laba Kotor)
  • Nett Income (Pendapatan Bersih)

Nah, masing-masing papan skor tersebut perlu dipantau setiap kuartal untuk mendapatkan data mengenai:

  1. Bagaimana tren yang sedang berjalan? Apakah naik, turun, atau standar?
  2. Bagaimana target yang yang sudah ditetapkan sebelumnya? Apakah tercapai atau tidak?

Selanjutnya, hasil yang didapat harus dianalisis untuk pengembangan di periode berikutnya. Bila tren menunjukkan peningkatan, maka Anda bisa mengalokasikan dana untuk pos yang memerlukan. Bila ada penurunan, tentunya Anda perlu segera memperketat pengeluaran.

Pengelolaan Key Performance Indicator (KPI)

Faktor kedua adalah bagaimana Anda mengelola KPI. Sebelum membahasnya lebih jauh, ada baiknya Anda memastikan apakah selama ini Anda mempunyai KPI yang bisa digunakan untuk membuat keputusan dan apakah Anda mendapatkan laporan keuangan dan laporan manajemen.

Apabila Anda hanya mendapatkan laporan keuangan dan tidak mendapatkan laporan manajemen, sudah saatnya Anda mengetahui pentingnya kegunaan laporan manajemen yang bisa meningkatkan kinerja dan keuntungan perusahaan.

Ada 2 jenis KPI untuk laporan manajemen berdasarkan pada apa yang Anda jual. Perusahaan yang menjual barang akan memfokuskan KPI pada:

  1. Angka penjualan
  2. Biaya produksi
  3. Perputaran persediaan (Inventory Turnover)
  4. Rasio DSO (Days Sales Outstanding), yaitu jangka waktu tertagihnya piutang tertentu

Sementara perusahaan yang menjual jasa akan memfokuskan KPI pada:

  1. Penetapan harga jual
  2. ROI (Return on Investment) dari biaya gaji yang dikeluarkan
  3. Biaya gaji per jam terbayar
  4. Penghasilan per jam yang diterima
  5. Rasio DSO (Days Sales Outstanding), yaitu jangka waktu tertagihnya piutang tertentu

Kini, Anda sudah tahu seberapa pentingnya laporan manajemen terhadap cara mengatur keuangan perusahaan, terutama untuk produksi dan biaya gaji yang paling banyak menyedot dana.

Sistem Program Akuntansi

Apakah Anda memiliki program akutansi yang terkomputerisasi? Dengan membangun program akutansi yang lebih modern, Anda dapat memastikan penerimaan data yang lebih relevan, lebih cepat, dan lebih sedikit kemungkinan kesalahan dibandingkan dengan proses manual.

Selain itu, laporan yang Anda dapatkan juga akan lebih bermanfaat, akurat, dan tepat waktu dengan biaya yang lebih rendah. Hal ini merupakan keunggulan utama yang tidak dimiliki bisnis skala kecil di masa lalu, dan bisa Anda manfaatkan sekarang untuk menganalisis cara mengatur keuangan perusahaan yang sesuai untuk bisnis Anda. 

Perbaikan Arus Kas

Arus kas dapat membantu Anda dalam membuat keputusan dalam menentukan kapan saatnya berinvestasi atau menunda investasi, apakah menunda mengeluarkan uang atau saatnya membelanjakan uang.

Dengan demikian, perbaikilah arus kas perusahaan dengan berbagai strategi pengelolaan, karena menghasilkan keuntungan saja tidak cukup untuk menjamin kesuksesan dan pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.

Team Building

Apakah Anda pernah berpikir bagaimana memotivasi tim Anda untuk mendorong kinerja bisnis dan menghasilkan keuntungan yang optimal? Ketika Anda dan tim memiliki pemikiran serta visi yang sama, maka akan timbul keterlibatan dari semua anggota sehingga mendorong produktivitas dan tentunya keuntungan perusahaan.

Di samping itu, hal terpenting yang harus Anda perhatikan adalah bagaimana membuat tim Anda tetap bahagia dengan menghargai kinerja mereka. Jika Anda menghargai tim sebagai sumber daya terpenting, Anda perlu mendengarkan kebutuhan pelatihan, tujuan karir dan gagasan mereka untuk bisnis Anda.

Productivity Metric

Jika Anda tidak pernah melakukan pengukuran ini, Anda harus segera melakukannya. Ada banyak hal yang harus diprioritaskan tentang pengawasan angka, yang berkaitan dengan apa yang penting dan menilai KPI bersama dengan tim.

Tentunya, ada banyak pertanyaan yang harus Anda tanyakan sebagai seorang pimpinan. Namun dengan penetapan KPI yang tepat, karyawan akan dapat menentukan target pada scorecard-nya masing-masing dan Anda bisa menganalisis untuk memastikan bahwa garis tren pendapatan perjam yang dibayarkan meningkat pada tingkat yang sama atau lebih besar daripada biaya tenaga kerja perjam yang dibayarkan.

Pimpinan yang berpikir strategis adalah pemimpin yang memandang karyawannya sebagai aset bisnis. Tingkat pergantian karyawan yang lebih rendah akan membantu mereka mencapai margin keuntungan yang ditargetkan, dan hal ini akan memudahkan perusahaan menemukan cara megatur keuangan perusahaan yang sehat.

Anggaran

Berdasarkan sebuah artikel yang dimuat di majalah Entrepreneur, hanya 47% pemilik usaha kecil yang memiliki anggaran.

Anggaran keuangan perusahaan adalah pedoman Anda dalam mengukur dan mengawasi kinerja keuangan. Oleh karena itu, sebagai salah satu cara mengatur keuangan perusahaan, anggaran harus selalu dievaluasi atau bahkan direvisi. Lakukan evaluasi anggaran selama 6 bulan sekali. Dalam periode itu, Anda sudah memiliki informasi yang penting untuk membantu Anda melakukan evaluasi, namun tidak disarankan untuk melakukan koreksi dalam periode ini karena masih terlalu dini.

Banyak pemilik bisnis merasa membuat anggaran adalah hal yang membuat frustrasi, dan hal ini dapat dimaklumi. Hal yang sulit adalah memprediksi biaya operasional selama satu tahun serta memberi ruang untuk pengeluaran tak terduga yang mungkin muncul. Namun, merencanakan anggaran tahunan bisa lebih mudah bila Anda membaginya menjadi 2 bagian dalam setahun.

Klien Tepat

Bagaimana tips memilih klien yang tepat agar dapat membantu Anda menemukan cara mengatur keuangan perusahaan yang baik? Inilah jawabannya.

Ada model bisnis yang berbasis jasa dimana perusahaan menarik dan mempertahankan basis klien. Semua hal yang dilakukan perusahaan itu berfokus pada networking, marketing, dan aktivitas lainnya yang bertujuan membuat klien tetap menggunakan jasa perusahaan tersebut.

Namun apa jadinya jika Anda klien yang memberikan nilai margin rendah? Bagaimana dengan klien yang selalu membayar tidak tepat waktu? Apakah Anda akan mempertahankannya? Semata-mata demi arus kas atau ketakutan tidak bisa mencari klien baru dengan margin lebih tinggi?

Tinggalkan klien yang buruk supaya tidak menjadi bencana bagi tim dan kesuksesan perusahaan Anda. Hal itu memang tidak mudah, apalagi ketika Anda sedang mencari klien baru. Namun memutus klien yang buruk memungkinkan Anda merelokasi sumber daya yang Anda ke tempat lain yang lebih produktif.

Target Finansial Bisnis

Terakhir, lakukanlah langkah besar menuju kesuksesan perusahaan Anda dengan cara menulis target finansial. Hal itu juga akan membantu Anda mengendalikan perusahaan, karena Anda sedang membuat haluan pengaturan keuangan perusahaan.

Ingatlah tidak ada hal yang terlalu awal untuk menuliskan target yang ingin Anda capai di masa mendatang. Hal ini hanya bisa dilakukan oleh Anda sebagai pemilik bisnis, yang tidak mungkin dilakukan oleh karyawan. Hanya Anda yang memahami fokus arah bisnis dan tujuan perusahaan, serta cara mengatur keuangan perusahaan untuk mencapai keuntungan yang optimal.

Dengan menuliskan target finansial, Anda akan menghubungkan elemen kesuksesan yakni kepuasan pelanggan, pencapaian target pendapatan, dan kinerja karyawan untuk mencapai target tersebut.

Inilah saatnya Anda memperbaiki cara mengatur keuangan usaha anda. Anda tidak dapat melakukannya sekaligus, namun apabila Anda melakukannya dengan bertahap dan seksama, Anda akan merasakan hasilnya. Keberhasilan Anda dalam menemukan cara mengatur keuangan perusahaan dapat dimulai dari sekarang.

Share informasi penting ini ke kerabat Anda Agar mereka juga tahu apa yang Anda tahu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *