Kesalahan Fatal yang Wajib Dihindari Dalam Mengatur dan Mengelola Usaha Bisnis Online

Keuangan Bisnis Online – Perjuangan menjadi seorang pengusaha sungguh tidak mudah dan tidak dapat diraih dalam waktu sekejap. Ada banyak risiko yang harus ditanggung oleh setiap pemilik usaha. Tetapi di sisi lain, kesuksesan yang diraih akan membawa banyak manfaat bagi kehidupan. Mungkin Anda memiliki banyak ide cemerlang, rencana bisnis matang, serta tim yang solid, tetapi jika pengelolaan usaha Anda tidak dilakukan dengan baik, maka segalanya bisa menjadi sia-sia dan membawa usaha Anda ke arah keterpurukan.

Kesalahan fatal yang wajib dihindari dalam mengatur dan mengelola usaha bisnis online

Selain menerapkan beberapa langkah penting untuk dapat menjadi pengusaha sukses, ada juga beberapa kesalahan yang perlu dihindari untuk mencegah terjadinya kerugian besar hingga kebangkrutan pada usaha Anda. Jika Anda sedang meniti karir sebagai seorang pengusaha, maka berikut ini adalah beberapa kesalahan fatal dalam mengelola usaha yang wajib dihindari:

Modal Awal Terlalu Besar

Jika Anda berencana untuk membuka usaha restoran, manakah yang Anda pilih?

Menggelontorkan dana besar untuk membangun sebuah restoran besar atau memulai dari hal yang sederhana seperti membuka catering dan menerima pesanan secara online?

Tentu saja, pilihan kedua jauh lebih masuk akal, lebih mudah dan risikonya jauh lebih kecil. Investasi kecil dapat terus berkembang, serta akan jauh lebih aman bila dibandingkan dengan membuka bisnis dalam skala besar secara langsung. Strategi ini telah terbukti ampuh karena banyak online shop di Indonesia yang kini memiliki gerai berkat hasil penjualan mereka. Selain itu mereka juga telah berhasil mendapatkan pelanggan tetap.

Menggabungkan Rekening Pribadi dan Perusahaan

Menggabungkan rekening pribadi dengan perusahaan sangat tidak dianjurkan dalam mengelola sebuah usaha. Anda akan kesulitan membedakan pengeluaran dan pemasukan untuk masing-masing kebutuhan. Alasan lainnya, Anda akan cenderung menggunakan uang tersebut untuk keperluan pribadi.

Manajemen keuangan yang tumpang tindih ini akan mempengaruhi operasional perusahaan Anda dan sulit menentukan angka profit yang sebenarnya. Biasakan untuk disiplin membagi kebutuhan bisnis dan pribadi.

Membiayai Kebutuhan Bisnis dengan Uang Pribadi

Masih berhubungan dengan poin yang telah dijelaskan sebelumnya, mengeluarkan dana untuk kebutuhan bisnis dengan uang pribadi yang Anda miliki sangat tidak disarankan. Akan lebih baik jika kartu kredit Anda tidak digunakan untuk membiayai keperluan usaha, karena Anda akan mengalami kesulitan untuk membuat laporan keuangan nantinya. Pastikan bahwa segala keperluan bisnis, biaya meeting, atau traveling ditanggung oleh keuangan operasional perusahaan.

Melakukan Promo yang Terlalu Banyak

Kita hidup dalam kondisi ekonomi bisnis yang sangat kompetitif terlepas dari usaha yang digeluti. Perusahaan Anda akan mengalami persaingan ketat. Namun tak lantas Anda harus memberikan diskon besar-besaran kepada klien hanya karena Anda ingin menang tender.

Memberikan potongan harga yang terlalu besar bisa berdampak pada kualitas produk, servis dan profit yang akan Anda peroleh. Oleh karena itu, tentukan harga jual yang sesuai atau wajar dengan kemampuan dan dana operasional yang dikeluarkan.

Tidak Memiliki Anggaran Operasional

Setiap perusahaan pasti memiliki dana operasional. Kesalahan terbesar seorang pengusaha adalah tidak memiliki anggaran untuk keperluan operasional. Bagaimana Anda mengukur keuntungan apabila Anda tidak tahu berapa jumlah uang yang dikeluarkan oleh perusahaan Anda?

Anda dapat mematok anggaran setiap bulan dan meningkatkan jumlahnya ketika bisnis sudah stabil nanti. Jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang, ya!

Tidak Memiliki Dana Darurat

Dana darurat ini biasanya berbentuk tabungan tunai karena sifatnya darurat dan bisa dicairkan kapan saja dibutuhkan. Selain menabung dan membiayai perusahaan, Anda pun harus memiliki dana darurat untuk keperluan yang tak terduga seperti, kecelakaan kerja, ganti rugi konsumen dan lain sebagainya. Dana darurat cukup penting dalam sebuah manajemen keuangan supaya Anda tidak terlibat hutang yang menumpuk.

Tidak Menyiapkan Anggaran untuk Masa Mendatang

Di awal berdirinya perusahaan, sang pemilik usaha tersebut cenderung memutar lagi seluruh keuntungan yang mereka dapat untuk membiayai keperluan bisnis. Tindakan seperti ini bisa membahayakan masa depan si pemilik itu sendiri karena dia tidak memiliki jumlah tabungan yang pasti.

Roma tidak dibangun dalam sehari, begitu juga bisnis Anda. Akan lebih baik apabila Anda menyisihkan pendapatan Anda beberapa bulan ke depan, untuk berjaga-jaga ketika kondisi keuangan pribadi sedang tidak stabil. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi beberapa tahun mendatang. Oleh karena itu, sisihkan pendapatan untuk ditabung.

Tidak Membuat Rencana Pensiun

Setiap pengusaha pasti memiliki keinginan untuk pensiun suatu saat nanti. Tidakkah Anda ingin memetik hasil kerja Anda selama bertahun-tahun? Dana pensiun sangat penting untuk dikumpulkan mulai dari sekarang agar ketika saatnya Anda benar-benar sudah tidak bekerja, Anda memiliki cukup dana untuk menikmati hidup. Perhitungan dana pensiun dapat dilakukan oleh pakar keuangan atau menyisihkan sebagian keuntungan yang Anda peroleh secara berkala.

Hutang yang Lebih Besar Dibanding Penghasilan

Apabila laporan keuangan Anda terus menerus mengalami defisit, itu artinya ada kesalahan dalam mengelola usaha Anda. Anda perlu mempelajari permasalahannya agar tidak terlibat hutang yang lebih banyak lagi. Jangan pula meminjam uang dari modal perusahaan atau dana pensiun Anda.

Terlalu bergantung pada kartu kredit juga akan berdampak buruk bagi keuangan Anda. Kecenderungan menggesek kartu kredit di setiap kesempatan tidak menyelesaikan masalah tapi malah semakin menambah hutang Anda.

Pengembalian Hutang yang Buruk

Saat ini sudah sangat mudah untuk memperoleh kredit modal usaha. Karena sudah banyak lembaga keuangan baik pemerintah maupun swasta yang bersedia memberikan pinjaman untuk keperluan tersebut. Akan tetapi banyak pelaku bisnis yang tergesa-gesa, yaitu meminjam tanpa memikirkan cara membayar kredit tersebut.

Di tahun pertama perusahaan Anda berdiri, akan ada banyak ketidakpastian seperti pendapatan yang belum tetap, keuntungan yang belum dapat menutup modal, dan lain sebagainya. Untuk itu, diperlukan pengelolaan keuangan yang memungkinkan Anda untuk mengembalikan pinjaman modal sebelum waktunya. Ketika bisnis Anda mulai mengalami peningkatan, Anda dapat melakukan pinjaman yang lebih besar lagi.

Selain itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tidak menjadi faktor yang akan mengubah bisnis online Anda mengalami kemunduran. Mari kita bahas satu per satu:

Tidak Memiliki Rencana Bisnis

Jika Anda ingin memulai bisnis online, Anda tidak perlu membuat rencana bisnis yang tebalnya mencapai 30 – 40 halaman. Anda hanya butuh rencana bisnis (bussiness plan) yang dapat menggambarkan model bisnis Anda.

Mengapa demikian? Karena, rencana bisnis Anda harus dapat menjawab: Siapa customer Anda? Apa yang Anda tawarkan? Bagaimana cara Anda menawarkan produk tersebut? Relasi seperti apa yang Anda bangun? Darimana sumber pemasukan dan pengeluaran utama? Siapakah partner utama Anda? Apa saja aktivitas-aktivitas yang penting? dan Berapa modal yang dibutuhkan? 

Terlalu Banyak Fokus (Bukan Pada Pekerjaan Utama)

Jika Anda memulai bisnis online, ada banyak hal yang harus dipikirkan. Ada hal-hal penting yang harus Anda putuskan. Misal nama bisnis dan domain, membuat logo, menentukan visi dan lain sebagainya.

Gunakan energi Anda untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang mendapat prioritas utama. Delegasikan pekerjaan-pekerjaan yang bukan prioritas utama. Misal memasang jaringan computer, memasang internet, menghubungi provider internet dan lain sebagainya.

Mengabaikan Arus Kas

Kesalahan yang sering dilakukan pebisnis baru adalah mengabaikan keuangan (arus kas, kebutuhan modal dan pencatatan keuangan). Pastikan Anda memiliki perhitungan: berapa modal yang dibutuhkan? Kapan modal tersebut dikeluarkan? Untuk apa modal tersebut?

Ingat, jangan pernah meremehkan pencatatan keuangan dan mengatur keuangan bisnis.

Merendahkan Layanan atau Produk Anda

Ada beberapa ahli marketing yang mengatakan FREEMIUM. Terkadang ada produk-produk yang dapat menerapkan konsep FREE (gratisan). Bisnis online tidak sama dengan bisnis yang serba gratisan. Anda harus tahu darimana sumber pemasukan Anda. Kalau gratisan terus, darimana Anda mendapatkan penghasilan?

Mengabaikan Customer Service

Dalam bisnis online, customer service adalah bagian yang paling penting. Kita sebagai customer akan lebih percaya jika ada layanan live chat di toko online. Kita bisa bertanya mengenai cara pesan, detil order atau proses pengiriman dan lainnya. Bisnis online juga harus memiliki prosedur untuk menyelesaikan keluhan pelanggan.

Terlalu Banyak Sasaran di Sosial Media

Pada saat Anda memulai bisnis online, usahakan agar Anda fokus pada hal-hal yang memang penting. Kesalahan yang sering dilakukan pebisnis pemula adalah memiliki akun sosial media yang lengkap. Kemudian bingung bagaimana harus mengoptimalkan media sosial tersebut, bingung apa yang harus dipost dan lain sebagainya.

Kacau Balau Saat Rekrut Tenaga Kerja

Kesalahan berikutnya yang paling fatal adalah saat rekrut tenaga kerja. Biasanya pebisnis pemula, memiliki semangat menggebu-gebu dan merekrut terlalu banyak pekerja. Hal ini dapat merusak cash flow Anda. Selain itu ada juga risiko Anda mendapakan tenaga kerja yang tidak sesuai dengan visi Anda.

Berpikir Strategi Orang Lain, Cocok untuk Anda

Kesalahan terakhir adalah meniru persis apa yang dilakukan orang lain. Strategi yang cocok untuk produk pesaing, belum tentu cocok untuk bisnis online Anda. Jika Anda ingin memulai bisnis online, pastikan Anda menemukan keunikan bisnis Anda dan cari tahu cara terbaik untuk mengkomunikasikannya.

Saatnya Anda Bergerak

Bisnis online boleh dibilang adalah bisnisnya orang-orang yang memiliki visi ke depan. Anda pastilah satu dari sekian banyak orang yang memiliki visi ke depan. Nah mulailah merancang dan memulai bisnis online Anda. 

Kesalahan apa yang pernah Anda lakukan saat menjalankan bisnis online? Komen dibawah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *